Senin, 14 Juni 2010

kado

Dengan menutup mata, ku rasa EmbunMu masih sampai di Tanah kami,
Raut muka langit sudah mulai cantik,
Awan telah sibuk berlalu lalang.

Aku pikir, masih seperti biasanya.

Ya, karena dia juga masih seperti biasa.
Ku pandangi wajah layu, tubuh lesu dg semangat yg menggebu.

Dia ingin kadoMu wahai Allah,
Dia ingin hadiahMu...

Ku mOhon, berilah Dia kesembuhan.
Kembalikanlah pinjaman matamu, pinjaman kakimu, pinjaman sehatmu...

Agar dia kembali menyapamu.
Dengan takbiratul ihram dan tangan menengadah. Seraya 'Amin'

kado, hadiah, bingkisan untuk dia...
Hanya kesembuhan...
Engkau Yang Maha Tahu..
Engkau Sang Maha Kaya lagi Bijaksana...

Kabulkanlah...

Ini yang juga dariku...

Kado-do'a

Mengais Mimpi

lama bertarung
terjejal di otak yang menyamai sampah
lama bertarung
di belantara hati yang sempit
ingin, mimpi dan semangat

nyaris meniada

tercecer lima, enam dan tujuh
hanya hitungan jari
itu tidak!!!
beberapa yang lebih
itu bukan....

aku, diriku...
kembali meniada dibalik jeruji...
yang tak tentu dimana
yang tak kutau dimana

pada langit ku teriakkan mimpi
pada hati dan otakku kutanyakan, bagaimana????

aku... merindu mimpi yang utuh

biar aku kembali mengais, jika perlu menangis..

untuk mimpiku yang telah berserakan..

mungkinkah? terkumpul lagi. RUJUK!!!

Sajak Bisu

sudah kutanyakan, tapi kau tak menjawab
sudah ku ulang tanyaku, kau tetap diam...
kau tuli???
bisu???

Pada sajak bisu,
ku tanya sebab ringkih tubuhku
ku tanya sebab pincang semangatku
ku tanya lagi, kenapa aku begini...

Pada sajak bisu,
dia tak menjawab...

Sajak bisu,
senja belum juga basah,
saat ridu di ubun hari
merayap ke ubun kepalaku...
saat pagi masih berembun, pekat

padamu, sajak bisu
ku lantun tanya yang tak jua kau jawab.
kapan kau bantu aku
merangkak dan berjalan lagi

padamu, sajakku
sajak yang tak punya kata
hanya "sunyi"
ku lafalkan rindu muara hati

aku merindui rinduku yang bisu
Dulu...
aku merindui rinduku yang diam

padamu sajak bisu, hanya padamu
aku berani bercerita
karena kau Bisu!!!