Senin, 14 Juni 2010

sebelas

Kamu sekarang sebelas
matamu sebelas, rambut, tangan, kaki juga sebelas.
Semuanya serba sebelas.

7 juni silam...
7 juni 1999, tepat saat pemilu...
Di dini hari yang dingin. 01.30... Dia kesakitan... Ibu

hingga pagi jam 07.00 kalian 'memilih' bersama.
Meski kamu sudah tidak sabar.
Mengetuk pintu sekerasnya ingin segera masuk.

Dunia yang kan kau perbaiki...

lalu, kau sundul pintu itu lebih keras lagi.
Sampai 13.30... Terik! Panas...
Kau dinginkan, dengan ekspresi bahagiamu

oe' oe'...

Ibu dan kami menangis...
Si pembawa kebaikan yang kokoh telah datang...
Itu dulu...

Hei, apakah kamu bahagia sekarang adikku?
Dengan sebelasmu?
Sudahkah kau memperbaiki dunia?

Hah... Belum cukup adikku...
Baru sebelas...
Kamu bisa lebih...

Jangan bangga dengan angka prima kembar itu...

Jangan!!

Ayo adikku, lawanlah... Bangkitlah lagi...

Untuk menerima dua belas, tiga belas, empat belasmu, dan seterusnya.

Perbaiki dunia, jadilah khalifah...

Seperti inginmu saat akan masuk kesini...

Ayo bantu kami yang sangat membutuhkan ini.

-to: kukuh prayogi, adikku. Lawanlah penyakit itu sayang...-