Senin, 14 Juni 2010

Senyum

Ada senyum di mata elang yang membuatku ingin segera terbang.

Ada senyum di pucuk bintang, membuatku yakin segera terbang.

Ada senyum di pepohonan rindang, tempat sayapku tersangkut dahan... Sekarang terbang.

Dia tersenyum di tempat tempat, di ruang yang kutatap.
Dia tersenyum memberi hiburan, pada alam juga badan. Dirinya sendiri...
Dia tersenyum membawa tangis di kedalaman
Dia tetap tersenyum menjaga tawa berlebihan.
Dia terus tersenyum, menutup sedih berkepanjangan.

Senyum itu dia
Dia adalah senyum.

Yang seharinya diisi tangis dan muram.
Tapi detiknya tak lepas dari senyum.

Detik penuh senyum
Senyum penuh detik
Detik dalam Senyumnya

Menghibur dia dan dia serta mereka

Senyum lembayung
Senyum lalu yang tak layu...
Hanya maya... Sesekali dirundung pilu.

Itu senyumku...